Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS tidak memberikan komentar terkait laporan Bloomberg tersebut.
Konsesi tersebut merupakan sinyal terbaru bahwa Trump ingin sekali mempercepat tercapainya kesepakatan gencatan senjata Rusia-Ukraina. Apalagi Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio pada Jumat kemarin mengancam bahwa AS akan menghentkan mediasi jika tak ada kemajuan yang dicapai dalam beberapa hari mendatang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berulang kali menegaskan tidak akan menyerahkan wilayahnya kepada Rusia.
Di sisi lain, sikap AS jelas keuntungan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin. Rusia sejak lama meminta pengakuan internasional atas kedaulatan Rusia di Krimea.
Meski demikian Rusia sejauh ini menolak proposal Trump untuk mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina.