Waduh! Ukraina Harus Relakan Wilayahnya Direbut Rusia untuk Sepakati Perjanjian Damai

Anton Suhartono
Amerika Serikat dilaporkan bakal mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia dalam kesepakatan damai yang akan datang (Foto: AP)

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS tidak memberikan komentar terkait laporan Bloomberg tersebut.

Konsesi tersebut merupakan sinyal terbaru bahwa Trump ingin sekali mempercepat tercapainya kesepakatan gencatan senjata Rusia-Ukraina. Apalagi Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio pada Jumat kemarin mengancam bahwa AS akan menghentkan mediasi jika tak ada kemajuan yang dicapai dalam beberapa hari mendatang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berulang kali menegaskan tidak akan menyerahkan wilayahnya kepada Rusia.

Di sisi lain, sikap AS jelas keuntungan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin. Rusia sejak lama meminta pengakuan internasional atas kedaulatan Rusia di Krimea. 

Meski demikian Rusia sejauh ini menolak proposal Trump untuk mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

AS Kendalikan Aset Iran Rp1.870 Triliun, Kalau Dicairkan Harus Dipakai Beli Pangan Produk Amerika

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal