“Saya sangat berharap tidak ada yang terinfeksi corona di dataran tinggi pegunungan. Tidak mungkin mengevakuasi orang dengan helikopter saat mereka berada di ketinggian 8.000 meter," kata Ness, kepada NRK.
Diketahui pendaki di ketinggian itu sangat sulit bernapas sehingga membutuhkan bantuan tabung oksigen. Jika pendaki terinfeksi corona maka kondisinya akan lebih sulit lagi dan sangat berisiko.
Sementara itu sebuah rumah sakit di Kathmandu mengonfirmasi telah menerima pasien dari Everest yang tertular virus corona namun tidak memberikan keterangan rinci.
“Saya tidak bisa membagikan detailnya tetapi beberapa yang dievakuasi dari Everest dinyatakan positif,” kata Prativa Pandey, direktur medis di Rumah Sakit CIWEC Kathmandu.
Namun Juru Bicara Departemen Pariwisata Nepal Mira Acharya mengakui sejauh ini belum mendapat laporan adanya pendaki yang positif Covid-19. Dia hanya mengetahui ada pendaki yang dievakuasi karena mengalami pnuemonia.