Virus Corona Renggut 2.000 Nyawa di AS, Trump Rencanakan Lockdown Greater New York

Anton Suhartono
Donald Trump (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Jumlah korban meninggal akibat virus corona di Amerika Serikat (AS) menembus 2.000 orang hingga Sabtu (28/3/2020) waktu setempat.

Berdasarkan penghitungan Universitas Johns Hopkins, ada peningkatan jumlah kasus kematian di AS dua kali lipat dalam 3 hari terakhir.

Menurut data, hingga Sabtu ada 2.010 kasus kematian di AS, 25 persen di antaranya berada di Negara Bagian New York. Sementara itu jumlah kasus yang terkonfirmasi melampaui 121.000.

Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan pemberlakuakn lockdown tak hanya di New York namun juga di sekitarnya untuk menekan penyebaran Covid-19.

New York melaporkan lebih dari 52.000 kasus terinfeksi. Sementara itu 517 kasus kematian berada di Kota New York.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
5 jam lalu

Trump Habis Kesabaran, Menlu Iran: AS Tak Serius Negosiasi

Internasional
8 jam lalu

Uni Emirat Arab Bantah Serang Iran: Kami Negara Berdaulat!

Internasional
9 jam lalu

Peringatan Keras Iran kepada UEA: Israel Tak Akan Bisa Melindungi

Internasional
9 jam lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal