Berbekal pengetahuan mengenai seluk-beluk city hall, dia mengarahkan para penonton untuk evakuasi yakni menuju bangunan lain masih di dalam kompleks Crocus City Hall.
“Saya berteriak dari serambi, ke seluruh Crocus City Hall, 'Guys, ada penembakan! Semua menuju hall pameran'. Saya menunjukkan ke mana mereka harus pergi dan membantu semua orang,” ujarnya.
Namun kondisi saat itu sangat panik. Semua orang berdesakan untuk bisa mendapatkan jalan. Tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi.
Bukan hanya itu, Khalilov mengambil posisi paling belakang dari para penonton untuk memastikan tak ada yang tertinggal di belakang.
Remaja 15 tahun mengaku sempat melihat salah satu pelaku yang memegang senapan.
“Saya melihatnya, berjenggot dan mengenakan seragam hijau. Dia berjalan-jalan sambil membawa senapan serbu,” tuturnya.