Vanuatu Serang Indonesia, Delegasi RI: Mereka Tutup Mata saat KKB Bantai Perawat dan Guru

Ahmad Islamy Jamil
Sekretaris Ketiga Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di PBB, Sindy Nur Fitri. (Foto: tangkapan layar)

NEW YORK, iNews.idVanuatu kembali berulah dengan menyerang Indonesia di arena Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS. Dalam kesempatan tersebut, negara kecil di kawasan Pasifik itu menyinggung soal isu Papua.

Perdana Menteri Vanuatu, Bob Loughman Weibur, saat berpidato di sidang itu, menyebut telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua. Pidato Weibur itu pun mendapat tanggapan Sekretaris Ketiga Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di PBB, Sindy Nur Fitri.

“Saya terkejut bahwa Vanuatu terus-menerus menggunakan forum yang mulia ini untuk mengusik kedaulatan dan integritas wilayah negara lain, serta terus melakukan agresi dengan maksud tercela dan motif politik untuk melawan Indonesia,” ujarnya dalam Sidang Umum PBB di New York, Sabtu (25/9/2021) waktu setempat.

Dia menuturkan, Indonesia secara tegas menolak seluruh tuduhan tidak benar, tidak berdasar, dan menyesatkan yang terus dipelihara oleh Vanuatu itu. “Tuduhan tersebut menciptakan harapan palsu dan kosong, serta hanya memicu konflik yang sedihnya mengorbankan banyak nyawa tak berdosa,” ucap Sindy.

Diplomat Indonesia itu mengungkapkan, Vanuatu berupaya mengesankan dunia seolah-olah mereka peduli terhadap isu-isu HAM. Pada kenyataannya, kata dia, HAM versi Vanuatu diputarbalikkan, dan sama sekali tidak hirau atas tindak teror yang keji serta tidak manusiawi yang dilakukan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKB) di bumi Papua.

“Vanuatu secara sengaja menutup mata ketika kelompok kriminal separatis bersenjata ini membantai para perawat, tenaga kesehatan, guru, pekerja konstruksi dan aparat penegak hukum,” tuturnya.

“Mereka (para korban KKB) adalah orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat Papua,” kata Sindy. 

Dia pun mempertanyakan, ketika ada sejumlah pekerja konstruksi yang dibunuh secara brutal oleh KKB, Vanuatu malah memilih untuk diam. Begitu pula, ketika para guru dibantai tanpa belas kasihan, Vanuatu hanya membisu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Megawati Minta PBB Segera Buat Hukum Internasional Atur AI

Nasional
4 hari lalu

UNICEF Puji Upaya Indonesia Bangun Generasi Masa Depan Lewat Program MBG

Nasional
6 hari lalu

PBB Terancam Bangkrut, Kemlu: Kita Telah Melaksanakan Kewajiban Kita

Buletin
13 hari lalu

Detik-Detik Pesawat Smart Air Jatuh ke Laut Nabire Barat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal