Vaksin Buatan Pfizer dan BioNTech Diyakini Mampu Lawan Covid Varian Baru

Anton Suhartono
Antara
Vaksin Covid-19 buatan Pfizer. (Foto: AFP)

BERLIN, iNews.id – Kemunculan varian baru virus corona di Inggris telah membuat pemerintah di sejumlah negara waswas. Namun, CEO BioNTech, Ugur Sahin, menyatakan keyakinannya akan kemanjuran vaksin Covid yang diproduksi perusahaannya bersama Pfizer dalam melawan virus galur baru itu.

Pada Senin (21/12/2020) waktu Jerman, Sahin menyampaikan melalui televisi Bild TV bahwa BioNTech akan meneliti mutasi Covid-19 yang ditemukan di Inggris dalam beberapa hari ke depan. Kendati begitu, dia menilai upaya tersebut tetap harus memperhatikan “tingkat kewaspadaan”.

Dalam beberapa hari terakhir, setidaknya 40 negara di seluruh dunia telah menutup akses masuk pengunjung dan melarang perjalanan dari Inggris. Keputusan itu mereka ambil lantaran khawatir dengan galur baru virus corona yang sangat menular—yang mengacaukan aktivitas perjalanan dan berpotensi menyebabkan krisis pangan di Inggris.

Sahin berbicara tak lama setelah Uni Eropa merestui vaksin tersebut, yang dikembangkan bersama raksasa farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer. Menurut rencana, vaksin itu akan diluncurkan seusai perayaan Natal.

Sahin sendiri mengaku belum divaksinasi dengan vaksin corona buatan perusahaannya itu. Akan tetapi, dia berjanji untuk melakukannya. Dia mengklaim, saat ini lebih penting para pegawainya mendapatkan vaksin lebih dulu, sehingga mereka dapat melanjutkan tugas-tugas mereka dalam memproduksi antivirus tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menyatakan, kemunculan varian baru Covid adalah hal yang lumrah dalam evolusi pandemi.

Beberapa pejabat badan PBB itu bahkan menilai ada hal positif di balik pengungkapan varian baru virus corona yang telah mendorong banyak negara menghentikan perjalanan dari dan ke Inggris. Selain di Inggris, varian baru virus corona juga ditemukan di Afrika Selatan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

1.300 Orang Meninggal Dunia Imbas Gelombang Panas di Eropa, Prancis Terpanggang!

57 tahun lalu

Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia

57 tahun lalu

1.000 Orang Lebih Terinfeksi Ebola dalam Sebulan, Ratusan Pasien Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Dharma Pongrekun Minta MK Tinjau Ulang UU Kesehatan, Kedaulatan Bangsa Jadi Alasannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal