Usai Insiden Bakar Alquran, Swedia Masih Berharap Izin Turki untuk Gabung NATO

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson. (Foto: Reuters)

Sebelumnya, Kristersson mengutuk pembakaran Alquran di dekat Kedubes Turki di Stockholm itu. Dia menyebutnya sebagai tindakan yang tidak terpuji dan tidak dapat diterima. Akan tetapi, dia juga menilai tidak ada hukum yang dilanggar dalam aksi Paludan itu.

Pada 18 Mei lalu, tiga bulan setelah Rusia meluncurkan operasi militer di Ukraina, Swedia dan Finlandia mengajukan keanggotaan NATO. Langkah tersebut mengakhiri kenetralan politik yang telah dipelihara Stockholm dan Helsinki selama puluhan tahun sejak era Perang Dingin. 

Saat ini, prosedur penerimaan dua negara Nordik itu ke dalam NATO telah diratifikasi oleh semua anggota, kecuali Hongaria dan Turki.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah, Dekati Level Rp18.000 per Dolar AS

57 tahun lalu

Menlu Turki: Israel Biang Masalah Global!

57 tahun lalu

Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal