Untuk Pertama Kali, Etnis Minoritas Ainu Diakui oleh Pemerintah Jepang

Nathania Riris Michico
Penduduk asli Ainu Jepang sejak lama mengalami penindasan dan eksploitasi. (Foto: AFP)

Suku Ainu sejak lama menderita penindasan dan eksploitasi, dan Pemerintah Jepang modern pada akhir abad ke-19 melarang mereka mempraktikkan adat mereka dan menggunakan bahasa mereka.

Ainu secara tradisional menganut kepercayaan animisme, di mana pria mengenakan jenggot penuh dan perempuan menghiasi diri mereka dengan tato wajah sebelum menikah.

Namun seperti banyak orang pribumi di seluruh dunia, sebagian besar warga Ainu Jepang tak lagi menjalankan gaya hidup tradisional setelah puluhan tahun akibat kebijakan asimilasi paksa.

Menurut survei 2017, populasi Ainu diperkirakan setidaknya 12.300. Namun angka sebenarnya tidak diketahui karena banyak yang sudah membaur ke dalam masyarakat kota dan beberapa menyembunyikan akar budaya mereka.

"Ini merupakan langkah pertama untuk memastikan kesetaraan di bawah hukum," kata Mikiko Maruko, yang mewakili sekelompok warga Ainu di Jepang timur dekat Tokyo, kepada AFP.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Menhan Sjafrie dan Menhan Jepang Tiba di Jakarta, Siap Teken Kerja Sama Pertahanan

Internasional
9 hari lalu

Keji, Suami Bakar Jasad Istri di Kebun Binatang

Internasional
12 hari lalu

Indonesia Pinjamkan Sepasang Komodo ke Kebun Binatang Jepang, Ditukar Panda Merah

Nasional
14 hari lalu

Gempa Besar M6 Guncang Hokkaido Jepang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal