Sementara itu, pejuang Hizbullah menembakkan puluhan roket ke Israel Utara. Pemerintah Lebanon telah meminta PBB untuk campur tangan dan menghentikan agresi Israel.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel terhadap permukiman di selatan dan timur negara Arab itu kemarin meningkat menjadi 492 orang. Sementara 1.645 orang lainnya terluka.
Eskalasi konflik Israel-Lebanon terjadi setelah ledakan massal sarana komunikasi pager dan walkie talkie di berbagai wilayah Lebanon pada 17 dan 18 September lalu. Ledakan itu menewaskan puluhan orang dan melukai sekitar 3.000 orang lainnya.
Sesudah itu, jet-jet tempur Israel menyerang sebuah bangunan tempat tinggal di pinggiran selatan Beirut, menewaskan lebih dari 50 orang, termasuk komandan operasi khusus Hizbullah Ibrahim Aqil.
Para pejuang Hizbullah menanggapinya dengan menyerang pangkalan Angkatan Udara Israel Ramat David dan fasilitas industri pertahanan Rafael di Kota Haifa. Beberapa roket jatuh di daerah permukiman di pinggiran Haifa.