UNESCO Adopsi 2 Resolusi Pro-Palestina, Lindungi Situs Sejarah Yerusalem Timur dari Israel

Anton Suhartono
Antara
UNESCO mengadopsi 2 resolusi baru yang pro-Palestina (Foto: Reuters)

Masyarakat internasional didesak untuk menuntut Israel agar menghentikan penggalian ilegal di Yerusalem.

Israel secara resmi keluar dari UNESCO pada 1 Januari 2019. Penarikan itu sebagai bentuk protes setelah Negeri Yahudi menuduh UNESCO pro-Palestina. Bersama Israel, Amerika Serikat juga menarik diri dari badan PBB tersebut yakni di masa pemerintahan Donald Trump.

"UNESCO adalah badan yang terus menulis ulang sejarah, antara lain, dengan upaya untuk menghapus koneksi Yahudi ke Yerusalem," kata Dubes Israel untuk PBB Danny Danon, saat itu. 

Mundurnya AS dan Israel dari UNESCO dianggap tidak memberi dampak besar secara keuangan karena badan itu sudah menghadapi pemangkasan anggaran besar-besaran sejak 2011. Ketika itu AS dan Israel sama-sama berhenti membayar iuran setelah Palestina dinyatakan sebagai anggota penuh PBB.

Sejak saat itu, AS yang sebelumnya menyumbangkan sekitar 22 persen dari total anggaran UNESCO, menunggak iuran 600 ribu dolar untuk UNESCO. Ini juga menjadi salah satu alasan keputusan Trump untuk menarik AS dari UNESCO, sementara Israel berutang sekitar 3 juta dolar. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 jam lalu

Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir

5 jam lalu

Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza

7 jam lalu

Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir

9 jam lalu

Rayakan Hari Yahudi, Ribuan Pemukim Ilegal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal