Ukraina Tak Akan Diajak Gabung NATO Tahun Depan

Ahmad Islamy Jamil
Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg (kiri), saat bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, beberapa bulan lalu. (Foto: Reuters)

“Jelas bahwa tidak ada tempat dalam aliansi bagi negara yang terus-menerus merampas, melanggar, mencabut hak-hak kelompok minoritas nasional,” ujarnya. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, Kiev dan sekutunya harus bersiap untuk perjuangan yang panjang dan keras melawan agresi Rusia. Dia menambahkan, pengiriman jet tempur F-16 ke Ukraina tidak akan membuat perubahan signifikan terhadap situasi tersebut di medan perang. 

“Saya pikir kita sekarang perlu menyadari bahwa tidak ada solusi jitu, tidak ada satu sistem pun yang dengan sendirinya akan mengubah situasi di medan perang secara mendasar. Ini adalah pertanyaan tentang banyaknya kemampuan berbeda yang bekerja sama pada saat yang sama yang akan mendorong kemajuan Rusia kembali. Kita harus bersiap untuk pertarungan yang panjang dan keras,” kata Stoltenberg. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Akan Serang Iran Habis-habisan jika Terus Ulur Waktu Sepakati Perdamaian

57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal