Turun Takhta, Kaisar Akihito Lakukan Ritual Melapor ke Dewa Shinto

Nathania Riris Michico
Kaisar Jepang, Akihito, berjalan didahului oleh seorang pendeta Shinto saat meninggalkan tempat kediamannya untuk berkunjung ke kuil Ise Jingu, menjelang tanggal turun takhta pada 30 April 2019. (FOTO: Reuters/Issei Kato

Semua pusaka itu dibawa dari istana di Tokyo dan mengiringi kaisar hingga kuil. Lambang kekaisaran, atau tiga pusaka, akan diserahterimakan kepada Naruhito setelah pergantian takhta dilakukan.

Putri kaisar dan pendeta utama kuil, Sayako Kuroda, juga hadir dalam ritual itu.

Kuil Ise merupakan pusat peribadatan kaisar Jepang pada masa perang dan masih menjadi daya tarik bagi para tokoh politik maupun pengusaha.

Para kaisar Jepang dahulunya dipercaya sebagai keturunan langsung dewi matahari, Amaterasu, yang dipuja di Kuil Ise dan berada di puncak "yaoyorozu", atau 8 juta dewa dari berbagai hal dalam kepercayaan Shinto.

Ritual yang dilakukan di Kuil Ise dimaksudkan untuk keluarga kekaisaran, kaisar, dan pendeta. Hingga 1945,
Shinto dianggap sebagai agama negara dan kaisar dianggap sebagai dewa yang hidup.

Shinto, agama yang mungkin sama tuanya dengan Jepang itu sendiri, adalah perpaduan yang kaya dari kisah rakyat, pemujaan bagi segala hal yang bersifat alami dan bangsa Jepang.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menhan Jepang Beri Suvenir Kapal Perang Mikasa ke Prabowo, Begini Penampakannya

57 tahun lalu

Prabowo Terima Menhan Jepang di Kertanegara, Bahas Kerja Sama hingga Keamanan Maritim

57 tahun lalu

Diteror Beruang, Kota di Jepang Ini Lumpuh

57 tahun lalu

WNI Tewas Ditusuk Sesama WNI di Jepang, Polisi Ikut Terluka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal