Turki dan AS Berencana Bentuk Pokja terkait Sanksi Pembelian S-400 Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Menlu AS Mike Pompeo (kiri) bersama Menlu Turki Mevlut Cavusoglu. (Foto: AFP)

Ankara menyatakan, pembelian S-400 bukanlah pilihan namun sebuah keharusan bagi Turki. Ini disebabkan negara bekas Kesultanan Ottoman itu tidak dapat memperoleh sistem pertahanan udara sejenis dari negara NATO mana pun dengan persyaratan yang memuaskan.

AS mengklaim sistem rudal S-400 menimbulkan ancaman bagi jet tempur F-35 dan sistem pertahanan NATO yang lebih luas. Namun, Turki menolak klaim itu dan menyatakan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam NATO.

Cavusoglu juga mengatakan, Turki siap untuk mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat dan berharap pemerintahan Biden yang akan datang akan melakukan hal yang sama.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Breaking News: AS Serang Iran Lagi

57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal