Ankara menyatakan, pembelian S-400 bukanlah pilihan namun sebuah keharusan bagi Turki. Ini disebabkan negara bekas Kesultanan Ottoman itu tidak dapat memperoleh sistem pertahanan udara sejenis dari negara NATO mana pun dengan persyaratan yang memuaskan.
AS mengklaim sistem rudal S-400 menimbulkan ancaman bagi jet tempur F-35 dan sistem pertahanan NATO yang lebih luas. Namun, Turki menolak klaim itu dan menyatakan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam NATO.
Cavusoglu juga mengatakan, Turki siap untuk mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat dan berharap pemerintahan Biden yang akan datang akan melakukan hal yang sama.