Tuduhan Program Senjata Biologi AS di Ukraina Dibawa Rusia ke Sidang Dewan Keamanan PBB

Anton Suhartono
Rusia meminta Dewan Keamanan PBB menggelar sidang membahas tuduhan program senjata biologi AS di Ukraina (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Rusia membawa hasil temuannya soal program senjata biologi di Ukraina yang diduga didanai Amerika Serikat (AS) ke Dewan Keamanan PBB. Sidang atas permintaan Rusia itu akan digelar pada Jumat (11/3/2022) pagi waktu New York atau malam WIB.

Para diplomat mengatakan, sidang mengagendakan tuduhan Rusia tentang aktivitas program biologi militer di Ukraina yang didanai Departemen Pertahanan AS. Tuduhan itu sudah dibantah keras oleh Departemen Luar Negeri (Deplu) maupun Gedung Putih.

"Misi Rusia meminta pertemuan #SecurityCouncil pada 11 Maret untuk membahas aktivitas biologi militer AS di wilayah #Ukraina," kata Wakil I Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy, dalam cuitan, seperti dilaporkan kembali Reuters.

Amerika Serikat membantah tuduhan Rusia bahwa militernya mengoperasikan laboratorium senjata biologi di Ukraina dengan menyebut menggelikan. AS justru balik menuduh Ukraina  bahwa tuduhan itu dijadikan alasan untuk menggunakan senjata kimia atau biologi dalam perang di Ukraina.

"Ini persis seperti upaya bendera palsu yang telah kami peringatkan, Rusia mungkin memulai untuk membenarkan serangan senjata biologi atau kimia," kata Olivia Dalton, juru bicara dubes AS untuk PBB.

Rusia, lanjut dia, punya sejarah penggunaan senjata kimia yang terdokumentasi dengan baik serta telah lama mempertahankan program senjata biologi yang melanggar hukum internasional. 

Ukraina diketahui memiliki laboratorium kesehatan masyarakat yang meneliti upaya untuk mengurangi ancaman penyakit berbahaya yang menyerang hewan dan manusia. Laboratorium itu mendapat dukungan dari Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tak diketahui apakah laboratorium itu yang dimaksud oleh Rusia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

57 tahun lalu

Kuwait Tegaskan Tak Izinkan Negara Mana pun Gunakan Wilayahnya Serang Iran

57 tahun lalu

Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Terlibat Langsung dalam Perundingan Damai dengan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal