Tuding UNESCO Condong ke Palestina, AS dan Israel Resmi Keluar

Nathania Riris Michico
Bendera dari beberapa negara berkibar di depan markas besar Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). (Foto: Chesnot/Getty Images).

"Israel tidak akan menjadi anggota sebuah organisasi yang tujuannya adalah bertindak menentang kami, dan menjadi alat yang dimanipulasi oleh musuh-musuh Israel,” ujar Danon.

AS sendiri sudah menuntut “reformasi fundamental” di badan yang sangat dikenal karena program Warisan Budaya untuk melindungi situs-situs kebudayaan dan tradisi tersebut.

UNESCO juga berupaya memulihkan pendidikan bagi anak perempuan, mempromosikan pemahaman tentang horor akibat holocaust, dan membela kebebasan media.

Dalam hal keuangan, mundurnya AS dan Israel dari UNESCO tidak memberi dampak besar karena badan itu sudah menghadapi pemangkasan anggaran besar-besaran sejak 2011, ketika AS dan Israel sama-sama berhenti membayar iuran setelah Palestina dinyatakan sebagai anggota penuh badan itu.

Sejak saat itu, AS yang sebelumnya menyumbangkan sekitar 22 persen dari total anggaran UNESCO, menunggak iuran 600 ribu dolar yang sedianya dibayar pada UNESCO.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Yusril Soroti Hubungan Baik Prabowo dan Trump, Indonesia-AS Kian Mesra

57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Iran Bantah Klaim AS Sistem Pertahanannya Hancur: Jangan Percaya Musuh!

57 tahun lalu

AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal