Trump: Warga Kulit Putih Lebih Banyak Dapat Kekerasan dari Polisi daripada Kulit Hitam

Arif Budiwinarto
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (foto: AFP)

Trump yang sempat kesal dengan aksi perusakan patung melihat aksi tersebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi.

"Saya tahu orang-orang yang menyukai bendera konfederasi dan mereka tidak berpikir tentang perbudakan."

"Ini kebebasan berbicara, apakah masalahanya adalah bendera konfederasi atau Black Lives Matter atau hal lain yang ingin Anda bicarakan," lanjutnya.

Menurut data analisa Washington Post, setengah dari orang yang ditembak dan terbunuh di tangan polisi AS adalah warga kulit putih, namun warga kulit hitam Amerika ditembak pada tingkat yang tidak proporsional.

Hasil analisa lainnya menunjukkan bahwa warga kulit putih kurang dari 13 persen dari populsasi AS, tetapi jumlah mereka yang terbunuh atau mendapat kekerasan dari polisi bisa dua kali lipat dari warga kulit hitam.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan

57 tahun lalu

Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan

57 tahun lalu

50 Senator AS Dukung Resolusi Anti-Perang Iran, Trump Kehilangan Dukungan

57 tahun lalu

Donald Trump Akan Ikut Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, FIFA Ubah Tradisi Final

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal