Perintah Trump menyatakan bahwa algoritma tersebut akan dilatih ulang dan dipantau oleh mitra keamanan perusahaan AS tersebut, dan pengoperasian algoritma tersebut akan berada di bawah kendali perusahaan patungan yang baru.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa Presiden China Xi Jinping telah menyampaikan persetujuan atas rencana penjualan TikTok di AS.
"Saya berbicara dengan Presiden Xi. Kami berdiskusi dengan baik, saya memberi tahu beliau apa yang sedang kami lakukan, dan beliau berkata silakan saja," kata Trump.
Kedutaan Besar China di Washington tidak menanggapi terkait perintah eksekutif. Begitu juga manajemen TikTok juga tidak segera mengomentari tindakan Trump tersebut.
Sebelumnya, Trump memuji TikTok, yang memiliki 170 juta pengguna di AS, karena telah membantunya memenangkan Pemilu tahun lalu. Trump memiliki 15 juta pengikut di akun TikTok pribadinya. Gedung Putih juga meluncurkan akun TikTok resmi bulan lalu.