“Tidak ada yang mendengar kabar tentang Pemimpin Tertinggi, putranya yang kedua. Tidak ada seorang pun. Kami belum mendengar kabar dari putranya,” kata Trump.
Bahkan, Trump mengaku tidak mengetahui apakah Mojtaba masih hidup atau tidak, menambah spekulasi terkait kondisi internal kepemimpinan Iran di tengah konflik yang memanas.
Di sisi lain, Trump menyebut Amerika Serikat saat ini berkomunikasi dengan sosok lain di Iran yang dianggap “paling dihormati”. Figur tersebut diyakini menjadi kunci dalam upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik antara kedua negara.