Dia juga mengklaim, perang Ukraina tidak akan terjadi jika dia terpilih menjadi presiden dalam Pilpres AS 2020. Rusia mulai menginvasi Ukraina pada Februari 2022.
Lebih lanjut Trump menyinggung uang 350 miliar dolar AS yang dikeluarkan untuk Ukraina, tak sebanding dengan apa yang diberikan negara-negara Eropa. Padahal negara-negara Eropa lebih terancam daripada AS yang letaknya jauh dari jangkauan serangan Rusia.
"Kami tidak dalam bahaya, merekalah (Eropa) yang dalam bahaya ... Jadi mereka membayar semua uang ini untuk Rusia, sementara kami memberikan 350 miliar dolar,” tuturnya.
Sejumlah pemimpin Eropa, termasuk dari Inggris dan Prancis, telah memberi tahu Trump bahwa angka yang disampaikannya tidak benar. Negara-negara Eropa secara kolektif mengirim lebih banyak bantuan ke Ukraina daripada yang dikeluarkan AS.
Hubungan Trump dan Zelensky yang sudah tegang terus memanas sejak pertemuan di Gedung Putih. Trump menuduh Zelensky ingin melanggengkan perang melawan Rusia. Selain itu Trump menuduh Ukraina tidak berterima kasih atas bantuan AS.
Setelah pertemuan itu, Trump menangguhkan semua bantuan militer ke Ukraina seraya menekan negara itu untuk mau bernegosiasi dengan Rusia.