Dia menambahkan, Turki ingin semua orang menjadikan kasus Suriah sebagai pelajaran bahwa budaya mendominasi itu akan membawa kehancuran. Dominasi rezim keluarga Assad yang berlangsung 50 tahun lebih berujung dengan kehancuran.
“Saya kira, itu (Suriah) menjadi yang terakhir kita saksikan karena kita mengambil pelajaran besar dari apa yang telah terjadi di kawasan kita, karena budaya dominasi itu sendiri telah menghancurkan wilayah kita,” kata Fidan.
Menurut Fidan tak ada dominasi Turki, Iran, maupun Arab di kawasan, melainkan kerja sama semua pihak harus lebih dipentingkan.
“Solidaritas kita dengan rakyat Suriah tidak boleh dicirikan atau didefinisikan saat ini seolah-olah kita benar-benar memerintah Suriah. Saya kira itu salah,” ujarnya, menepis Trump.
Soal laporan media AS bahwa ada kekhawatiran militer Turki mungkin menyerang Suriah untuk menghancurkan pasukan Kurdi, Fidan menegaskan, YPG (Unit Perlindungan Rakyat) memang menjadi ancaman penting bagi negaranya.