WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menekan China agar ikut mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan perang di Timur Tengah. Bahkan Trump mengancam akan menunda pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping jika Beijing tidak segera merespons permintaan tersebut.
Trump menilai China memiliki kepentingan besar terhadap keamanan jalur pelayaran strategis itu karena sebagian besar pasokan energinya berasal dari kawasan tersebut. Karena itu, menurut dia, Beijing seharusnya ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan Selat Hormuz.
“Saya kira China juga harus membantu karena China mendapat 90 persen minyak dari Selat itu,” kata Trump dalam wawancara dengan surat kabar Inggris Financial Times.
Trump menambahkan pemerintahnya kini menunggu respons dari China terkait rencana penundaan pertemuan bilateral sekaligus permintaan agar Beijing mengirim kapal perang untuk membantu operasi pengamanan di kawasan tersebut.
Di saat yang sama, pejabat tinggi kedua negara tengah menggelar perundingan di Paris. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng selama dua hari untuk membahas upaya mengakhiri perang dagang serta persiapan kunjungan Trump ke Beijing untuk bertemu Xi.
Selain menekan China, Trump juga mengancam negara-negara anggota NATO agar ikut mengirim kapal perang guna menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal tanker dan kapal dagang.
Menurut Trump, sejumlah negara sudah menyatakan kesediaan untuk membantu operasi tersebut, di antaranya China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.