Pertemuan itu terjadi saat hubungan AS-Iran memanas. Washington mengerahkan dua gugus tempur kapal induk ke Timur Tengah, lengkap dengan kapal perang pendukung, ratusan jet tempur, serta pesawat tanker.
Pengerahan kekuatan besar-besaran itu dimaksudkan untuk menekan Iran agar segera menyepakati kesepakatan nuklir baru.
AS dan Iran telah menjalani dua putaran negosiasi dalam sebulan terakhir, masing-masing di Oman dan Swiss. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan.
Trump bahkan mengultimatum Iran memiliki waktu paling lama 15 hari untuk mencapai kesepakatan. Dia juga secara terbuka mempertanyakan mengapa Teheran belum juga “menyerah” meski berada di bawah tekanan militer yang signifikan.
Pernyataan Trump pekan lalu semakin memperkuat spekulasi perubahan arah kebijakan. Dia menyebut bahwa menggulingkan rezim Iran saat ini tampaknya menjadi pilihan terbaik, meski tidak menjelaskan mekanismenya. Sikap ini berbeda dengan pernyataan sebelumnya yang menyatakan tidak menginginkan perubahan rezim.
Reza Pahlavi merupakan cucu shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979. Dalam konferensi keamanan di Munich, Jerman, dia mengatakan kesiapan memimpin Iran menuju demokrasi sekuler.