"Jika rakyat Iran ingin menggulingkan rezim, itu terserah pada mereka. Yang kami fokuskan saat ini adalah fakta bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Itu telah menjadi fokus kebijakan Presiden, bahkan sejak periode pertama," kata Vance.
Perundingan antara kedua negara tentang program nuklir Iran diadakan di Muscat pada 6 Februari. Trump mengatakan pembicaraan berjalan dengan baik.
Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran bersikeras pada haknya untuk memperkaya uranium, bahkan jika perang menjadi taruhannya.
Iran berkali-kali menegaskan pengayaan uraniumnya hanya bertujuan untuk kepentingan sipil yakni energi, bukan militer atau membuat senjata nuklir.