Trump Ingin Kirim Pasukan AS ke Afghanistan Lagi, Taliban Tolak Mentah-Mentah

Anton Suhartono
Pemerintahan Taliban tidak akan menerima kehadiran militer AS di wilayah Afghanistan (Foto: AP)

Bagram, Simbol Lama Perang AS

Bagram awalnya dibangun Uni Soviet pada 1990-an, kemudian menjadi basis utama operasi militer AS di Afghanistan hingga penarikan pasukan tahun 2021. Kini, pangkalan itu dikuasai pemerintahan Taliban setelah mereka menggulingkan rezim pro-Washington.

Pangkalan ini dianggap strategis karena berada di dekat China, sehingga menambah nilai geopolitiknya bagi Washington.

Ancaman Ketegangan Baru

Pernyataan Trump berpotensi memicu ketegangan baru dengan Taliban yang kini memegang penuh kendali Afghanistan. Kembalinya pasukan AS ke negara itu juga berisiko memantik kembali konflik bersenjata yang selama ini diakhiri dengan penarikan pasukan 2021.

Sementara itu, analis menilai langkah Trump tidak hanya soal Afghanistan, melainkan juga bagian dari strategi menekan China dengan memanfaatkan posisi geopolitik Bagram.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

Perang Semakin Sengit, Inggris Mulai Tarik Staf Kedubes dari Iran

3 jam lalu

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Negara-Negara Arab, jika..

4 jam lalu

AS Akui Rudal Iran Makin Canggih, Gagal Dicegat Sistem Pertahanan

9 jam lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal