NEW DELH, iNews.id - Iran menegaskan sikapnya telah kehilangan kepercayaan kepada Amerika Serikat (AS) untuk bernegosiasi. Perundingan damai baru bisa dilanjutkan jika AS benar-benar serius melakukannya.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan, AS menyampaikan berbagai pernyataan kontradiktif. Hal tersebut menimbulkan keraguan di pihak Iran mengenai niat AS sebenarnya. Dia juga menepis upaya yang dilakukan Pakistan untuk memediasi konflik Iran-AS gagal, melainkan menghadapi kesulitan akibat sikap Washington.
AS dan Israel mempersingkat dua putaran perundingan sebelumnya dalam setahun terakhir dengan melancarkan serangan terhadap Iran. Israel menyerang Iran pada Juni 2025 di tengah perundingan membahas program nuklir dengan AS. Kemudian pada 22 Juni, AS ikut menyerang Iran, berdampak pada putusnya perundingan.
Araghchi menegaskan Iran telah berusaha untuk mempertahankan gencatan senjata guna memberi kesempatan bagi penyelesaian secara diplomasi, namun di sisi lain siap untuk kembali berperang.
Saat ditanya apakah Iran akan menerima China untuk menjadi mediator konflik dengan AS, Araghchi menegaskan negaranya menghargai upaya dari negara mana pun yang bisa membantu.