Untuk mengamankan posisi tersebut, Infantino harus mendapat dukungan dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, lima di antaranya anggota tetap yang memiliki hak veto. Setelah itu, sekjen terpilih mengikuti sesi konfirmasi oleh Majelis Umum.
Sejauh ini belum ada komentar dari Infantino, apakah menyambut permintaan itu atau tidak.
Jika maju, Infantino akan berhadapan beberapa kandidat paling terkenal termasuk mantan Presiden Cile Michelle Bachelet dan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi. Bachelet kemungkinan akan diveto AS, sementara Grossi, pria asal Argentina, kemungkinan tak akan bisa menembus restu Inggris.
Konsep Trump akan mengubah prediksi pemilihan kandidat dari Amerika Latin atau Karibia, wilayah yang terakhir diwakili Javier Perez de Cuellar dari Peru yang menjabar pada periode 1982-1991.
Namun, beberapa sumber mengatakan, rotasi sekjen PBB berdasarkan geografis tidak serta merta bisa menghalangi Infantino untuk terpilih. Ada kemungkinan pria kelahiran Swiss itu juga dinominasikan oleh pihak lain, selain Trump.