Dia menambahkan, ketidakhadiran AS di KTT G20 yang berlangsung akhir bulan ini, tak akan berpengaruh apa pun. Pertemuan akan tetap berlangsung tanpa kehadiran Trump atau delegasi AS lainnya.
"Kita tidak boleh berpikir, tidak akan melanjutkan G20. G20 akan terus berlanjut. Semua kepala negara lain akan hadir di sini," ujarnya.
Dia menambahkan para pemimpin G20 akan mengambil keputusan-keputusan fundamental, oleh karena itu ketidakhadiran AS justru akan merugikan diri sendiri.
Ramaphosa menambahkan, AS seharusnya rugi karena melepas peran sangat penting yang mereka mainkan sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia.
Trump pekan lalu menulis di media sosial, tidak akan mengutus seorang pejabat AS pun ke KTT G20 yang akan berlangsung pada 22-23 November. KTT akan dihadiri para pemimpin 19 negara ekonomi berkembang terkaya dan maju ditambah Uni Eropa dan Uni Afrika.
Alasannya Trump menuduh Afrika Selatan membantai petani kulit putih, yang disebutnya sebagai genosida.
"Sangat memalukan bahwa G20 akan diadakan di Afrika Selatan," tulisnya.