Trump Bakal Tangkap Obama, Gedung Putih: Siapa pun yang Bersalah Harus Dimintai Pertanggungjawaban

Anton Suhartono
Donald Trump menegaskan siapa pun yang terbukti bersalah harus dimintai pertanggungjawaban, merujuk pada tuduhan terhadap Barack Obama (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan siapa pun yang terbukti bersalah melakukan kejahatan harus dimintai pertanggungjawaban.

Pernyataan itu disampaikan melalui Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt terkait tuduhan Trump bahwa mantan Presiden AS Barack Obama berupaya memimpin kudeta.

Leavitt ditanya oleh wartawan, apakah dia yakin Obama harus dipenjara atas dugaan merekayasa laporan intelijen untuk mendukung tuduhan campur tangan Rusia dalam Pilpres AS 2016.

"Presiden yakin bahwa masalah ini perlu diselidiki secara menyeluruh, dan siapa pun yang terbukti bersalah atas suatu kejahatan harus dimintai pertanggungjawaban," ujar Leavitt, seperti dikutip dari Sputnik.

Trump sebelumnya memerintahkan agar Obama ditangkap dan diselidiki atas dugaan pelanggaran serius terhadap konstitusi.

Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Trump saat berbicara di Gedung Putih bersama Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, Selasa (22/7/2025), menanggapi pertanyaan wartawan seputar kasus skandal seks Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell. 

Namun, Trump justru mengalihkan fokus pada isu kudeta yang menurutnya dilakukan elite politik Partai Demokrat.

"Perburuan penyihir yang seharusnya Anda bicarakan adalah mereka menangkap Presiden Obama," kata Trump.

Dia menuduh Obama terlibat dalam operasi untuk menggulingkannya dari kursi presiden serta melakukan kecurangan Pilpres AS 2016 dan 2020 bersama para politisi Partai Demokrat lainnya.

Dia mengklaim telah memiliki bukti konkret bahwa Obama memimpin upaya kudeta tersebut.

"Obama akan langsung ditangkap. Perintahnya ada di atas kertas. Dokumennya sudah ditandatangani," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Iran Sita Aset 100 Orang Lebih yang Dianggap Mendukung Musuh Negara

Internasional
16 jam lalu

Trump Ingatkan Iran Hanya Punya Waktu 48 Jam untuk Buka Selat Hormuz, atau...

Internasional
21 jam lalu

Ngeri! PLTN Iran Dibom AS-Israel, Dampaknya Bisa Musnahkan Kehidupan di Negara-Negara Arab

Internasional
1 hari lalu

Amerika Sebut Mobil China seperti Kanker Usulkan Larangan Permanen, Takut Bersaing?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal