Trump Akan Jatuhkan Lebih Banyak Sanksi pada Iran sebelum Biden Dilantik sebagai Presiden AS

Arif Budiwinarto
Donald Trump di akhir masa jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat ingin menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada Iran. (foto: AFP)

Sumber yang salah satunya pejabat AS dan dua orang lainnya mengetahui isu ini mengatakan sanksi-sanksi AS sudah dikerjakan selama berbulan-bulan. Sanksi ini adalah sanksi terbaru dari pemerintah Presiden AS Donald Trump yang kalah dalam pemilihan umum pekan lalu.

Sebelum lengser, Trump ingin banjiri Iran dengan sanksi

Pascakekalahan di Pilpres AS 2020, Trump yang masa jabatannya tersisa kurang dari dua bulan disebut akan membanjiri Iran dengan sanksi sebelum pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS baru pada 20 Januari 2021.

Saat kampanye, Joe Biden berulang kali mengutarakan rencananya membawa AS kembali ke kesepakatan nuklir Iran (JCPOA). Washington keluar dari JCPOA di bawah pemerintahan Trump pada 2018.

"Dalam enam bulan terakhir hampir setiap pekan kami telah menjatuhkan sanksi pada entitas Iran, tidak ada alasan untuk menginjak rem sekarang, tapi kami juga tidak menginjak pedal gas lebih jauh lagi," kata pejabat yang namanya dirahasiakan.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Hentikan Seluruh Kerja Sama Perdagangan dengan Spanyol, Kenapa?

57 tahun lalu

Perang Pecah Lagi, Trump: Saya Tak Mau Negosiasi Lagi dengan Iran

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Sebut MoU Perjanjian Damai dengan Iran Berakhir

57 tahun lalu

Gawat! Trump Sebut MoU Perjanjian Damai dengan Iran Telah Berakhir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal