NEW YORK, iNews.id - Seorang perempuan di Michigan, Amerika Serikat, meninggal dunia 61 hari setelah menjalani operasi transplantasiparu-paru dari donor yang terinfeksi virus corona.
Tragis, upaya keras sang pasien agar bisa sembuh dari penyakit justru berujung kematian akibat kurang maksimalnya pengecekan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada indikasi bahwa sang pendonor, perempuan yang tewas akibat kecelakaan mobil, menderita Covid-19. Hasil radiografi pada dada serta tes swab menunjukkan negatif.
Namun para dokter di rumah sakit universitas di Ann Arbor, Michigan, mempertanyakan hasil pemeriksaan tersebut setelah mengetahui kondisi pasien mereka yang menerima donor paru-paru memburuk.
Mereka menyimpulkan pendonor mengidap Covid-19, bahkan virus corona yang berada di paru-parunya bukan hanya menginfeksi pasien transplantasi, tapi juga dokter bedah, seperti dikutip dari The New York Times, Kamis (25/2/2021).