Chhaupadi diberlakukan untuk perempuan yang haid, meski baru pertama kali. Seorang korban, Geeta, mengaku diusir dari rumahnya saat masih berusia 11 tahun. Dia dipaksa tinggal sendiri di gubuk kecil selama 21 hari. Sebagian besar hari dia habiskan dengan menyapu dan memotong rumput.
"Orang mengira jika gadis menstruasi menyentuh mereka, maka hal buruk akan terjadi dan orang itu akan sakit. Dewa akan marah," kata Geeta, dikutip dari Actionaid.
Bukan hanya itu dia tak mendapat makanan bergizi, bahkan tak mendapat perlakuan layaknya manusia.
Selain itu perempuan chhaupadi juga tak mendapat pembalut, sehingga harus menggunakan kain untuk menyerap darah. Padahal kain yang tak bersih bisa menyebabkan infeksi serius dan menyakitkan.
Ancaman kematian bagi mereka bukan hanya dari api yang dinyalakan, tapi hewan. Seorang perempuan 19 tahun tewas digigit ular di gubuk tempat tinggalnya.
Meski demikian alasan adat menjadi senjata warga masih mempraktikannya. Di bagian barat Nepal, chhaupadi sudah dilakukan selama ratusan tahun karena masuk dalam sistem kepercayaan dan cara hidup setempat.
Di wilayah itu penduduk mengandalkan hidup pada hasil panen dan hewan ternak. Jika perempuan tidak mengikuti tradisi tersebut, dampaknya akan dirasakan seluruh keluarga. Mereka percaya panen akan gagal dan hewan ternak akan sakit atau mati.