Topan Ragasa Picu Banjir Bandang di Taiwan, 33 Orang Masih Hilang

Anton Suhartono
Topan Ragasa di Taiwan menyebabkan 14 orang tewas dan 33 orang masih hilang (Foto: AP)

Banyaknya jumlah korban tewas kali ini menimbulkan pertanyaan, apakah perintah evakuasi ke lantai atas sudah tepat atau belum atau apakah ada cari lain yang lebih efektif.

Perdana Menteri Taiwan Cho Jung Tai menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa, dalam rapat Kabinet Kamis (25/9/2025).

"Selain berduka atas para korban, kita harus menyelidiki penyebab kematian, sebagian besar terjadi di lantai satu," ujarnya. 

Banyak wilayah perdesaan, terutama wilayah timur Taiwan, memiliki populasi lansia cukup besar karena kaum muda pindah ke kota untuk mencari peluang kerja yang lebih baik.

Sebagian besar korban tewas merupakan lansia penyandang disabilitas. Banyak jasad yang ditemukan di lantai 1 rumah.

"Mereka kesulitan berjalan," ujar pejabat pemerintah Hualien, Lin Jung Lu. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut akibat Banjir, Anggarkan Rp12 Miliar

57 tahun lalu

Latihan Hadapi Mesin Rusak, Pesawat Militer Taiwan malah Jatuh Tewaskan 2 Pilot

57 tahun lalu

Taiwan Dorong Revolusi Layanan Kesehatan Berbasis AI, Ini yang Dilakukan!

57 tahun lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal