Tolak Seruan Negosiasi, Armenia dan Azerbaijan Bersumpah Lanjutkan Pertempuran

Ahmad Islamy Jamil
Perang antara Azerbaijan dan Armenia di wilayah perbatasan kembali pecah. Beberapa warga sipil dilaporkan tewas. (Foto: Middle East Institute)

Pasukan Armenia dan Azerbaijan terlibat dalam pertempuran terberat selama bertahun-tahun di Karabakh, provinsi berpenduduk mayoritas etnik Armenia yang memisahkan diri dari Azerbaijan pada 1990-an ketika Uni Soviet runtuh.

Korban tewas yang dikonfirmasi melampaui 100 orang termasuk warga sipil, kemarin. Azerbaijan dan Armenia telah mengabaikan tekanan internasional yang memuncak untuk gencatan senjata, yang memicu kekhawatiran konflik dapat meningkat menjadi perang habis-habisan dan menarik kekuatan regional seperti Turki dan Rusia.

“Kami perlu mempersiapkan perang jangka panjang,” kata pemimpin separatis Karabakh Arayik Harutyunyan, Rabu kemarin.

Rusia, yang memiliki pakta militer dengan Armenia namun juga memiliki hubungan baik dengan Azerbaijan, telah berulang kali menyerukan diakhirinya pertempuran dan pada Rabu menawarkan untuk menjadi tuan rumah negosiasi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!

57 tahun lalu

Breaking News: Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana: Fokus Selesaikan Persoalan Dalam Negeri

57 tahun lalu

KTT Rusia-ASEAN, Putin Jamu 11 Pemimpin Negara ASEAN Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal