Tolak Ikut KTT Perdamaian Gaza, Iran Tak Sudi Duduk Bareng Amerika dan Eropa

Anton Suhartono
Abbas Araghchi menegaskan dirinya maupun Presiden Masoud Pezeshkian tidak akan menghadiri KTT perdamaian Gaza (Foto: AP)

KTT Perdamaian Gaza yang digagas Mesir itu diikuti lebih dari 20 kepala negara dan pemimpin lembaga internasional. Presiden RI Prabowo Subianto termasuk di antara tokoh yang diundang.

Menurut kantor kepresidenan Mesir, pertemuan ini bertujuan mengakhiri perang di Jalur Gaza, membangun stabilitas, dan membuka babak baru perdamaian di Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui gencatan senjata sebagai tahap pertama dari 20 poin rencana perdamaian di Gaza. Beberapa poin awal mencakup pembebasan sandera Israel, pertukaran dengan sekitar 2.000 tahanan Palestina, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza.

Namun, bagi Iran, forum seperti KTT Sharm El Sheikh tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik Barat. 

“Selama musuh-musuh Iran masih duduk di meja yang sama dan berpura-pura menjadi pembawa damai, kami tidak akan menjadi bagian dari sandiwara itu,” tulis seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Iran, dalam posting-an terpisah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

57 tahun lalu

Kuwait Tegaskan Tak Izinkan Negara Mana pun Gunakan Wilayahnya Serang Iran

57 tahun lalu

Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Terlibat Langsung dalam Perundingan Damai dengan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal