Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal WEA Dr Thomas Schirrmacher, menyampaikan pidato kunci dalam forum yang diprakarsai oleh The Center For Shared Civilizational Values (CFSCV) itu.
“Kita mewarisi sejarah ratusan tahun konflik antaragama. Kini, dalam konteks realitas abad ke-21, dunia tidak tidak mungkin menahankan konflik seperti di masa lalu karena jelas akan membawa keruntuhan peradaban umat manusia seluruhnya,” kata Gus Yahya, sapaan akrab Katib Aam PBNU, Rabu (14/7/2021).
Gus Yahya menyatakan, kini saatnya agama-agama dituntut untuk membangun landasan teologi yang kokoh di lingkungan masing-masing, untuk memberikan panduan bagi umatnya agar mampu hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan.
Di kesempatan itu Gus Yahya menyampaikan salam dari Ketua dan Pendiri CFSCV KH Ahmad Mustofa Bisri. Dia juga menjelaskan bahwa apa yang dijalankannya merupakan pelaksanaan amanat dari mendiang KH Maimun Zubair bahwa Indonesia harus memberi teladan kepada dunia tentang Bhinneka Tunggal Ika.
Thomas Schirrmacher mengungkapkan keyakinannya atas kerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU). “Kami telah melihat bukti-bukti nyata bahwa Nahdlatul Ulama tidak hanya bermulut manis dalam soal perdamaian, tapi sungguh-sungguh bergulat dalam pemikiran dan gerakan nyata," katanya.