Tim Independen PBB Laporkan Korut Diam-diam Kembangkan Rudal Balistik Hulu Ledak Nuklir

Arif Budiwinarto
Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un (foto: KCNA)

Korea Utara dijatuhkan sanksi oleh PBB sejak 2006 disebabkan program pengembangan nuklir serta persenjataan rudal balistik. Tak sampai disitu, Dewan Keamanan terus memperkuat sanksi dalam upaya memotong dana untuk program-program tersebut.

Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sudah tiga kali bertemu sepanjang 2018 lalu terkait program denuklirisasi Korut serta rencana mengakhiri sanksi negara tersebut.

Pada Mei 2018, Korut menindaklanjuti hasil pembicaraan tersebut dengan meledakkan terowongan di lokasi uji coba nuklir utamanya di Punggyeri sebagai bukti komitmen Pyongyang untuk mengakhiri program nuklir.

Namun, mereka tidak mengizinkan para ahli menyaksikan peledakan tersebut. Laporan PBB mengatakan bahwa peledakan tersebut hanya menghancurkan pintu masuk terowongan dan tidak ada indikasi penghancuran yang komprehensif. Sehingga muncul kecurigaan Korut bisa membangun kembali fasilitas tersebut.

Pada Oktober 2019, juru bicara Korut mengatakan proses pembicaraan dengan tim dari Amerika Serikat mengenai denuklirisasi mengalami kegagalan. Ketua juru runding Korut menyalahkan sikap tim negosiasi AS yang dinilai kaku. Selain itu, pihak AS juga menaikkan ekspektasi dengan menawarkan pendekatan fleksibel dan metode serta solusi kreatif.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
6 jam lalu

Konflik Timur Tengah Memanas Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan AS di Arab Saudi

13 hari lalu

China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan

17 hari lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

31 hari lalu

Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal