Thailand Kritik Cara Trump Damaikan Perang dengan Kamboja Pakai Ancaman Tarif

Anton Suhartono
Thailand mengkritik cara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyelesaikan konflik antara negaranya dengan Kamboja melalui paksaan (Foto: AP)

"Kami kira tarif tidak harus digunakan untuk menekan Thailand agar kembali ke deklarasi bersama, untuk kembali ke proses dialog," kata Sihasak.

"Anda harus memisahkan masalah hubungan Thailand-Kamboja dengan perundingan dagang," ujarnya, menambahkan.

Konflik bersenjata terbaru ini meluas di sebagian besar garis perbatasan kedua negara yang panjangnya mencapai 817 km.

Trump belum mengomentari langsung pertempuran yang baru terjadi, namun Menlu AS Marco Rubio mengungkapkan keprihatinan pemerintahannya secara meminta kedua pihak untuk meredakan ketegangan dan kembali ke Deklarasi Damai.

Sihasak menegaskan, situasi saat ini dengan Kamboja tidak kondusif untuk dilakukan mediasi melibatkan pihak ketiga. Selain itu Kamboja harus menunjukkan ketulusan dan memulai untuk meletakkan senjata.

"Jika pihak lain merasa ingin benar-benar mengakhiri konflik, maka kami menunggu untuk mendengarkan apa yang mereka sampaikan," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Klaim AS-Iran Sepakat Damai, Begini Respons Teheran

57 tahun lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS

57 tahun lalu

Geger! Tulisan Raksasa Misterius "8647" Muncul di National Mall Washington DC, Apa Artinya?

57 tahun lalu

Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal