TAS menjelaskan, cahaya hijau terang merupakan indikator kunci, menandakan komposisi logam meteor, khususnya nikel. Warna-warna cerah meteor ditentukan oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk komposisi kimia pecahan batuan dan debu yang berasal dari komet atau asteroid, serta molekul udara di sekitarnya di atmosfer.
Objek-objek tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan luar biasa tinggi. Gesekan serta pembakaran yang intens menyebabkan atom-atom penyusunnya memancarkan cahaya pada berbagai panjang gelombang, menghasilkan spektrum warna yang beragam.
Meskipun sejumlah besar objek antariksa kecil memasuki atmosfer Bumi setiap hari dan fenomena mirip meteor diamati secara rutin, peristiwa ini menonjol karena ukuran dan warnanya yang tidak biasa.
Diperkirakan 44.000 hingga 48.500 kg material meteorit jatuh ke Bumi setiap hari. Namun sebagian besar jatuh di daerah terpencil, yang berarti penemuan meteorit asli jarang terjadi.