"Sepertinya aksi terorisme. Cybertruck ini maupun bom bunuh diri F-150 di New Orleans merupakan sewaan dari Turo. Mungkin keduanya ada kaitan dalam beberapa hal," kata Musk di media sosial X.
"Kami telah mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut disebabkan kembang api sangat besar dan/atau bom yang dibawa di bak Cybertruck sewaan dan tidak terkait dengan kendaraan itu sendiri," ujarnya lagi, dalam posting-an terpisah.
Serangan di New Orleans terjadi pada Rabu pukul 03.15 waktu setempat, beberapa jam setelah perayaan Malam Tahun Baru 2025.
Setelah mobil berhenti, pelaku yang diketahui sebagai veteran tentara AS, diidentifikasi sebagai Shamsuddin Jabbar, melepaskan tembakan ke arah polisi. Dia ditembak mati oleh polisi.
Hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga melancarkan aksinya terinsprirasi dari ISIS. Ini berdasarkan temuan bendera ISIS serta bom rakitan di kendaraan. FBI menyelidiki peristiwa di New Orleans tersebut sebagai aksi teroris.