Penyelidikan resmi menyimpulkan asap rokok dari pilot secara tidak sengaja memicu kebocoran oksigen di ruang kabin penumpang. Pengaturan masker oksigen pesawat diubah sebelumnya oleh seorang teknisi, dari normal menjadi darurat.
Ini memicu masker menyemburkan oksigen sehingga kondisi sangat tidak stabil. Tidak diketahui mengapa teknisi men-setting masker ke pengaturan darurat.
Suara desisan udara yang dihasilkan oksigen diketahui oleh penyelidik, beberapa menit sebelum pesawat nahas itu jatuh ke laut.
Laporan para ahli telah dikirim ke Pengadilan Tinggi di Paris untuk ditindaklanjuti.
Pilot pesawat Mesir diketahui kerap merokok di kokpit. Ironisnya setelah kecelakaan itu tidak ada larangan merokok di kokpit.