WASHINGTON, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mengungkapkan kekecewaan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena menunda serangan terhadap Iran.
Kedua pemimpin melakukan percakapan telepon setelah Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap Iran atas permintaan negara-negara Teluk. AS sedianya akan menyerang Iran pada Selasa (19/5/2026).
Dalam percakapan tersebut, Netanyahu juga menganggap keputusan Trump untuk menunda serangan sebagai kekeliruan.
Trump pada Minggu (17/5/2026) mengatakan kepada Netanyahu soal rencananya menyeranng Iran pada Selasa. Namun keesokan haru, Trump memutuskan untuk menunda rencana tersebut atas permintaan negara-negara sekutunya di Teluk, seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Beberapa sumber pejabat AS dan Israel mengatakan kepada CNN, Netanyahu kemudian mengungkapkan kekecewaan kepada Trump. Dia menilai AS seharusnya melanjutkan serangan sebagaimana direncanakan.