Meski nyawanya terancam, Khamenei tetap tinggal di Teheran, menjadi sasaran pengeboman dan rudal, di kediamannya di Jamaran.
Sikap tersbeut menyampaikan pesan superioritas kelas dan distribusi risiko yang tidak merata kepada bangsa.
Otoritas Iran mengumumkan tewasnya Khamenei pada Minggu (1/3/2026), sehari setelah serangan besar-besaran AS-Israel ke kompleks perkantorannya di Teheran. Sebelumnya PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump lebih dulu mengumumkan tewasnya sang pemimpin.
Iran memberlakukan masa berkabung nasional selama 40 hari atas meninggalnya Khamenei.