Menurut Haaretz, sebulan setelah permintaan diajukan, militer memberikan respons, yakni mengambil perpanjangan 30 hari lagi untuk memberikan tanggapan. Namun sampai batas waktu yang ditentukan, mereka tidak juga membagikan data tersebut.
Mengutip sumber para perwira Israel di direktorat personalia militer dan kantor juru bicara, Haaretz melaporkan IDF cenderung menunda perilisan data yang tidak memuaskan para komandan atau tidak sesuai dengan tujuannya.
Seorang perwira di direktorat personalia mengatakan, bahkan ada rekannya yang tahu cara memanipulasi angka dan persentase serta menyembunyikan informasi yang tidak memuaskan militer.
"Jika juru bicara militer membutuhkan informasi untuk membantah klaim jurnalistik atau politik, mereka melakukan segala upaya untuk mendapatkannya dalam hitungan jam," kata perwira tersebut.
Dia menegaskan, militer tidak ingin publik mengetahui sejauh mana tekanan psikologis yang dialami para prajurit di lapangan.