Terungkap, Israel Konsultasi ke AS Sebelum Bombardir Gaza Tewaskan 326 Orang

Anton Suhartono
Israel berkonsultasi lebih dulu pada pemerintah AS sebelum menyerang Gaza (Foto: AP)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (ISF) melakukan tindakan keras terhadap Hamas.

Militer Zionis akan terus menyerang Gaza sampai Hamas membebaskan semua sandera. Namun serangan tersebut justru membuat kacau pembebasan sandera. Para pejabat Hamas menegaskan, nasib sandera Israel, termasuk berkewarganegaraan AS, menjadi semakin tidak jelas. 

Serangan ini sekaligus memastikan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas telah runtuh. Hamas bertekad melanjutkan kesepakatan gencatan senjata tahap pertama menuju yang kedua, namun Israel menolaknya.

Netanyahu hanya ingin memperpanjang gencatan senjata tahap pertama dengan pemulangan sandera. Hamas jelas menolak usulan itu karena tak akan menghentikan perang secara permanen. Di bawah kesepakatan gencatan senjata tahap kedua, Israel harus menarik seluruh pasukannya dari Gaza dan menghentikan perang secara permanen. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 jam lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

6 jam lalu

Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap

6 jam lalu

Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil

10 jam lalu

Perang Makin Sengit! Rudal Iran Mulai Tembus Sistem Pertahanan AS, Pangkalan Porak-poranda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal