“Angkatan Laut AS melakukan analisis data akustik dan mendeteksi anomali yang konsisten dengan ledakan dan letupan di sekitar tempat kapal selam Titan beroperasi ketika komunikasi terputus,” kata seorang pejabat senior AL AS, kepada WSJ.
Informasi itu kemudian segera disebar kepada komandan terkait yang membantu proses pencarian dan penyelamatan di lokasi.
Pejabat itu tidak memberikan informasi terkait sistem yang digunakan untuk mendeteksi dan meminta agar tidak diungkap ke publik karena masalah keamanan nasional. Namun diketahui sistem tersebut biasa digunakan untuk memantau kapal selam musuh.
Seperti diketahui Titan memulai penyelaman pada Minggu pukul 08.00 waktu setempat. Kontak antara Titan dengan kapal yang membawanya, Polar Prince, hilang setelah 1 jam 45 menit. Posisi terakhir hilang kontak hanya 15 menit sebelum Titan mencapai lokasi bangkai Titanic di kedalaman seklitar 3.800 meter Samudera Atlantik.
Penjaga Pantai AS pada Kamis pagi waktu setempat pertama kali mengonfirmasi bahwa seluruh orang yang berada di Titan tewas.
Puing-puing Titan ditemukan di dasar laut sekitar 1.600 kaki dari haluan bangkai Titanic.
Belum bisa dipastikan apakah Titan meledak pada saat yang sama dengan hilangnya komunikasi atau setelah itu.