Namun CAIR yakin target-target FBI ke depannya tak lagi Muslim. Daftar rahasia FBI mungkin akan memasukkan kelompok-kelompok baru.
“Tapi jutaan target FBI berikutnya bukanlah Muslim. Dengan dicabutnya kabut Perang Melawan Teror, daftar rahasia FBI suatu hari akan mendapati target baru. Target selanjutnya adalah warga Amerika, dan laporan ini dimaksudkan sebagai peringatan untuk mereka," bunyi laporan.
Lebih lanjut CAIR mendesak Presiden Joe Biden untuk turun tangan mengatasi daftar pemantauan FBI tersebut.
Mereka yang berada dalam daftar pengawasan akan menghadapi masalah, seperti pembatasan perjalanan, imigrasi, pemanggilan, kesulitan mendapat izin dan lisensi, berdampak pada pekerjaan atau profesi, serta dibatasi aksesnya ke gedung pemerintah.
Dalam insiden terbaru, Mohamed Khairullah, wali kota Prospect Park, daerah di New Jersey, ditolak masuk Gedung Putih padahal sudah mendapat undangan dari Biden untuk menghadiri perayaan Idul Fitri.
Pasukan pengawal presiden AS, Dinas Rahasia, tiba-tiba membatalkan undangan untuknya di menit-menit terakhir. Penolakan kehadiran Khairullah dikaitkan dengan namanya yang masuk daftar pemantauan FBI.