Tepis Kabar Berniat Mundur, Pemimpin Hong Kong: Saya Bisa Selesaikan Krisis Ini

Nathania Riris Michico
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam. (FOTO: REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Kerusuhan berubah menjadi seruan yang lebih luas agar Hong Kong yang diperintah China diberi otonomi lebih besar. China menuduh kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat dan Inggris, mengobarkan kerusuhan itu.

Pekan lalu, Lam mengatakan kepada para pengusaha bahwa dia menyebabkan malapetaka yang tak termaafkan dengan memperkenalkan RUU ekstradisi. Lam juga mengatakan, jika dia punya pilihan dalam masalah ini, maka dia akan mengundurkan diri dan meminta maaf.

Hal itu terungkap melalui rekaman audio yang bocor, yang diterima Reuters.

Pada Selasa, (3/9/2019), Lam mengaku kecewa rincian pertemuan pribadinya itu bocor.

Siswa sekolah dan universitas Hong Kong pada Selasa akan kembali memboikot kelas dan mengadakan demonstrasi pro-demokrasi. Para pengunjuk rasa menuntut demokrasi secara penuh.

Hong Kong dikembalikan ke China pada 1997 di bawah kebijakan "satu negara, dua sistem" yang menjamin otonomi, termasuk hak untuk protes dan peradilan yang independen.

Namun warga Hong Kong takut kebebasan itu perlahan-lahan terkikis oleh penguasa China.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Internasional
1 bulan lalu

Meriahnya Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Berbagai Negara

Internasional
2 bulan lalu

Kebakaran Apartemen Hong Kong Renggut 159 Nyawa, Departemen Pemadam Kebakaran Dibohongi

Internasional
2 bulan lalu

Polisi Hong Kong Tangkap 21 Orang terkait Kebakaran Apartemen, Korban Tewas 159

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal