Tentara dan Warga Sipil Bentrok dalam Kudeta Sudan, 7 Orang Tewas 140 Luka-Luka

Ahmad Islamy Jamil
Seorang pengunjuk rasa membawa bendera Negara Sudan dalam aksi unjuk rasa menentang kudeta di Kota Khartoum, Senin (25/10/2021). (Foto: Reuters)

Kementerian Penerangan Sudan—yang masih setia kepada Perdana Menteri terguling Abdallah Hamdok—lewat laman Facebook-nya menyatakan, konstitusi transisi Sudan hanya memberikan hak kepada perdana menteri untuk menyatakan keadaan darurat. Menurut kementerian itu, tindakan militer Sudan adalah kejahatan. 

“Perdana Menteri Hamdok masih merupakan otoritas transisi yang sah,” kata Kementerian Penerangan Sudan.

Selain menjabat perdana menteri, Hamdok juga dikenal sebagai seorang ekonom dan mantan pejabat senior PBB. Menurut Kementerian Penerangan Sudan, pria itu kini ditahan dan dibawa ke lokasi yang dirahasiakan setelah menolak mengeluarkan pernyataan untuk mendukung kudeta.

Dewan Keamanan PBB kemungkinan akan membahas situasi di Sudan secara tertutup pada Selasa (26/10/2021) ini, menurut para diplomat.

“Kami menolak tindakan militer (Sudan) dan menyerukan pembebasan segera perdana menteri dan lainnya yang telah ditempatkan di bawah tahanan rumah,” kata Juru Bicara Gedung Putih AS, Karine Jean-Pierre.

Kaum muda Sudan yang menentang kudeta melakukan unjuk rasa, membarikade jalan-jalan dan bentrok dengan tentara. Menurut laporan, puluhan ribu demonstran menghadapi tembakan di dekat markas militer di Khartoum. Karyawan Bank Sentral Sudan juga mengumumkan pemogokan massal untuk menolak kudeta.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Disebut bakal Perketat Syarat untuk Akhiri Perang Iran, Apa Saja?

57 tahun lalu

Korban Tewas Ebola Jadi 100 Orang di Kongo, WHO Peringatkan Potensi Wabah Lebih Besar

57 tahun lalu

1.773 ASN Jalani Latihan Dasar Militer, Siap Jadi Komcad

57 tahun lalu

RI Cari Alternatif Pasokan Bahan Baku Plastik dari AS hingga Afrika

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal