Tentara Bayaran Inggris Divonis Mati di Donbass karena Ikut Lawan Rusia, Begini Harapan Keluarga

Umaya Khusniah
Keluarga tentara bayaran asal Inggris dan juga terpidana mati di Donbass, Shaun Pinner, berharap agar pria itu dapat dibebaskan. (Foto: Reuters)

Keluarga Pinner berharap agar dia diberi semua hak tawanan perang sesuai Konvensi Jenewa, termasuk perwakilan hukum independen penuh. 

"Kami sangat berharap semua pihak akan segera bekerja sama untuk memastikan pembebasan atau pertukaran Shaun dengan aman," katanya. 

Inggris menyebut keputusan pengadilan itu sebagai "penghakiman palsu". Inggris mengutuk otoritas proksi Rusia di Donbas atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap konvensi Jenewa.

Keluarga Pinner mengatakan dia merupakan anggota sah tentara Ukraina setelah tinggal di negara itu selama empat tahun terakhir.

"Keluarga kami termasuk putranya dan istri, sangat mencintai dan merindukannya. Hati kami tertuju kepada semua keluarga yang terlibat dalam situasi yang mengerikan ini," kata pernyataan itu.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kabar Duka, Penyanyi Party Rock Anthem Lauren Bennett Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?

57 tahun lalu

PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump

57 tahun lalu

Fadly Faisal Akhirnya Buka Suara soal Kaos Motif Bra yang Viral: Seru-seruan Doang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal