Taliban Puji Rusia Negara Pertama Akui Pemerintahan Afghanistan: Langkah Berani!

Anton Suhartono
Juru bicara pemerintah Afghanistan Zabihullah Mujahid menyebut keputusan Rusia sebagai langkah berani (Foto: AP)

MOSKOW, iNews.id - Rusia menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui pemerintahan Emirat Islam Afghanistan di bawah kendali Taliban. Pengumuman bersejarah ini disampaikan pada Kamis (3/7/2025), menandai langkah besar dalam dinamika geopolitik Asia Tengah sejak Taliban mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan pro-Amerika pada Agustus 2021.

Pengakuan resmi disampaikan oleh Perwakilan Khusus Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, dan dikonfirmasi oleh Duta Besar Rusia di Kabul, Dmitry Zhirnov. Dalam pertemuan dengan pejabat pemerintah Afghanistan, Zhirnov secara langsung menyampaikan keputusan pemerintah Rusia untuk menjalin hubungan resmi dengan Emirat Islam Afghanistan.

"Dalam pertemuan tersebut, duta besar Rusia secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah Rusia untuk mengakui Emirat Islam Afghanistan," demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Afghanistan.

Langkah Berani dan Dukungan Internasional

Pemerintah Afghanistan menyambut hangat pengakuan tersebut. Juru bicara pemerintah, Zabihullah Mujahid, menyebut keputusan Rusia sebagai langkah berani yang datang pada waktu yang tepat.

"Kementerian Luar Negeri Emirat menyampaikan rasa terima kasih kepada Rusia dan pemerintahannya. Afghanistan berharap adanya kemajuan signifikan dalam hubungan bilateral di bidang politik dan ekonomi," ujar Mujahid.

Ia juga menekankan, pengakuan dari Rusia membuka peluang besar bagi Afghanistan untuk kembali menjalin hubungan internasional yang lebih luas. Kabul berharap negara-negara lain akan mengikuti jejak Moskow dalam mengakui pemerintahan Taliban.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia

Internasional
4 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
4 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
5 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal